Bank Mandiri Terjebak Finansial karena Kelalaian


Bank Mandiri Bank Terbaik di Indonesia



Berikut ada berita menarik dari pengalaman seseorang mengenai Bank Mandiri Bank Terbaik di Indonesia yang saya kutip dari kompas.com Kamis, 31 Januari 2013 | 14:25 WIB sebagai berikut:
Saya (dulu) adalah pemegang kartu kredit dengan nomer 5126.7603.XXXX.XX75. Saya telah melakukan pembayaran Rp. 4.827.500,- sebagai pelunasan/penyelesaian kartu kredit pada bulan Juli 2011, di Bank Mandiri Irian Barat, Surabaya dan dijanjikan surat lunas dalam waktu yang tidak lama. Pertengahan bulan Februari, saya mengajukan Kredit Tanpa Agunan (KTA) di Bank Mandiri. Dan hasilnya di tolak dengan alasan karena saya masih ada tunggakan kredit dengan kolektibilitas 2 (K2).
Saya berniat melakukan BI checking atas nama sendiri. Saya terkejut, ternyata dalam hasil laporan BI Check saya dengan tanggal cetak 27/2/2012 tertera masih ada tagihan kartu kredit dari Bank Mandiri. Pada hari yang sama saya ke Bank Mandiri Irian Barat, Surabaya untuk menanyakan kejelasan masalah ini. Waktu itu saya ditemui staff Bank Mandiri, Sdr. Hermanus dan dijelaskan bahwa itu memang kesalahan dari pihak Bank Mandiri dan segera akan menyelesaikannya (membersihkan K2) ke sistem SID Bank Indonesia.
Saat itu juga mereka baru menyerahkan surat lunas kepada saya. Surat Lunas bernomor (RMN.CNR/RC1.DRP/I/0028/2012), ditanda tangani Bp. Liston Simanjutak sebagai Vice president dan tertanggal 05 Januari 2012. Bisa dibayangkan berapa lama surat tersebut keluar dari sejak saya melakukan pelunasan. Bulan Maret saya mencoba mengajukan KTA lagi di bank mandiri dan hasilnya pengajuan saya disetujui. Kredit dengan termin setahun dengan pembayaran kredit lancar hampir tidak ada keterlambatan karena dilakukan secara autodebit. Bulan Desember saya berniat untuk mengajukan di KTA Mandiri (Top Up).
Namun ternyata pengajuan kredit saya di tolak dengan alasan, saya masih ada tunggakan kredit dengan kolektibilitas 5 (K5). Saya coba menjelaskan yang terjadi sambil menyerahkan surat lunas (yang sudah kadaluarsa tentunya). Ternyata penjelasan saya dan bukti surat lunas tidak cukup kuat dan disarankan untuk minta penegasan dari Bank Mandiri bagian collection bahwa tunggakan kredit benar-benar sudah lunas. Penasaran, saya kembali melakukan BI checking. Dan hasilnya Laporan BI Check saya tercetak tanggal 19/12/2012 masih terdapat tunggakan kartu kredit dengan status (K5) dari Kartu kredit Bank Mandiri. Saya berpikir, kecerobohan apalagi ini yang terjadi. Saya datang lagi ke Bank Mandiri Irian Barat,Surabaya ditemui oleh Sdr. Dwi. Saya sampaikan masalah ini.
Sekali lagi Bank Mandiri meminta maaf dan mengeluarkan surat bernomor (RMN.CNR/RC1.SBY.947/2012) tertanggal 19/12/2012 ditandatangani oleh Bp. Erwin Dwi Kusuma sebagai Collection Center Manager yang isinya permintaan maaf dan akan segera mengadakan pengkinian data (update) ke system SID Bank Indonesia. Selanjutnya saya mencoba untuk mengajukan KTA lagi dengan melengkapi berkas pengajuan dengan surat tersebut. Dan hasilnya sama saja, pengajuan kredit saya tetap ditolak. Tanggal 25/1/2013 saya melakukan BI Checking lagi dan ternyata masih saja belum ada penghapusan dari Bank mandiri mengenai (K5) saya.
Karena merasa dipermainkan, saya menemui bagian mediasi Bank Indonesia(BI) dengan membawa data-data lengkap. Di bagian mediasi saya dijelaskan bahwa BI hanya bisa menyajikan laporan sesuai data dari bank pelapor dalam hal ini Bank Mandiri dan menilai ini kesalahan memang di pihak Bank Mandiri. Dijelaskan juga bahwa dengan kondisi seperti ini, pengajuan kredit saya dimanapun dan di Bank manapun pasti tidak akan disetujui. Benar saja karena setelah itu saya juga ditawari aplikasi kartu kredit oleh beberapa Bank swasta. Ternyata hasilnyapun ditolak dengan alasan yang sama. Hal ini menunjukkan bahwa masalah yang lalu belum/tidak diselesaikan dengan baik oleh Bank Mandiri. Menjadi berlarut-berlarut, semakin parah dan fatal akibatnya. Sebagai konsumen saya merasa kecewa dan sangat dirugikan.
 Bank Mandiri Bank Terbaik di Indonesia
Saya merasa sudah menyelesaikan kewajiban saya, tapi mengapa saya mendapatkan perlakuan/pelayanan mengecewakan yang akhirnya merugikan saya. Saya telah beberapa kali menyampaikan keluhan dan masalah, tapi Bank Mandiri berkesan kurang serius dan kurang bertanggung jawab dalam menyelesaikan masalah akibat dari kelalaian yang telah dilakukan. Saya sudah berkorban banyak waktu dan tenaga untuk kasus ini, perlu diketahui semuanya itu juga butuh biaya. Saya tidak bisa mengajukan kredit apapun dan di bank manapun selama kolektabilitas saya belum terhapus paling tidak selama 2 tahun. Mengingat saya masih ada kolektibilitas lima(K5) yang mana (K5) bagi bank adalah referensi yang paling memalukan. Saya disarankan membawa surat Lunas jika ingin mengajukan kredit di bank lain. Bagaimana bank lain bisa mengakui, jika sesama instansi Bank Mandiri saja tidak bisa menerima surat lunas dari banknya sendiri.
Maka dari itu, saya ingin pihak Bank Mandiri untuk segera menanggapi keluhan saya, menjelaskan kepada saya atas semua kelalaian yang terjadi dan menyelesaikan semua masalah yang timbul dari kelalaian tersebut.Di akhir keluhan ini, saya masih berharap dan punya keyakinan bahwa Bank Mandiri sebagai bank terbesar di Indonesia masih mempunyai iktikad yang baik untuk menyelesaikan masalah yang terjadi pada nasabahnya. Nama baik Bank Mandiri terlalu besar untuk dipertaruhkan andaikata masalah ini tidak terselesaikan dengan baik. Juga kepada KOMPAS.com tidak lupa saya mengucapkan terima kasih karena telah bersedia menjadi wadah bagi saya untuk menyampaikan keluhan.
Salam,
Yohanes Aris Setiawan
Perum TAS2 Jl. Elang Blok Q4/60, RT 12, RW07Kalisampurno, Tanggulangin
Sidoarjo
source:KOMPAS.com

Categories:

2 comments:

  1. sepertinya bank mandiri belum menarik data nasabah yg bersangkutan, makanya di BI masih K5

    ReplyDelete

Copyright © gallery pulsa murah | Published By Blogger Templates20 | Powered By Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | BTheme.net      Up ↑